10 Cara Menulis CV Kerja yang Dilirik HRD, Coba Langkah Ini!
Tahukah kamu, faktanya banyak para pencari kerja yang tidak paham bagaiamana cara menulis CV yang menarik bagi recruiter. Padahal, CV bisa menjadi gerbang utama untuk recruiter bisa melihat potensimu. Karena itu, Sobat…
Tahukah kamu, faktanya banyak para pencari kerja yang tidak paham bagaiamana cara menulis CV yang menarik bagi recruiter. Padahal, CV bisa menjadi gerbang utama untuk recruiter bisa melihat potensimu. Karena itu, Sobat Kerja perlu membuat CV yang bukan cuma terlihat rapi, tapi juga mampu menunjukkan kenapa kamu layak dipertimbangkan untuk posisi tersebut.
Bayangkan HRD harus membaca puluhan bahkan ratusan CV untuk satu lowongan. Kalau isi CV terlalu panjang, berantakan, atau informasi pentingnya sulit ditemukan, bukan mustahil CV kamu terlewat begitu saja. Oleh karenanya, Sobat Kerja perlu memahami cara membuat CV yang dilirik recruiter!
Key Takeaways:
Dengan memahami cara menulis CV yang tepat, kamu sedang memperkenalkan nilai dan kemampuanmu kepada recruiter
Poin penting CV adalah adalah apakah recruiter bisa dengan cepat memahami siapa kamu, pengalaman apa yang kamu punya, dan sebagainya.
Sebaiknya CV tidak lebih dari dua lembar
10 CARA MENULIS CV YANG BAIK DAN BENAR
CV memang sebaiknya dibuat dengan ringkas, padat namun tetap berisi. Ingin tahu bagaimana caranya? Simak berbagai tips CV berikut ini ya.
1. Sesuaikan CV dengan Posisi yang Dilamar
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pencari kerja adalah menggunakan CV yang sama untuk semua lowongan. Padahal, setiap posisi punya kebutuhan yang berbeda. Sebelum mengirim CV, coba baca kembali deskripsi pekerjaan yang tersedia. Setelah itu, pilih pengalaman yang paling relevan dan tampilkan di CV.
Misalnya, kamu melamar posisi HR. Pengalaman mengelola acara organisasi mungkin tetap bisa dicantumkan, tetapi akan lebih menarik kalau kamu menonjolkan pengalaman melakukan recruitment, mengelola anggota, atau membuat program pengembangan.
2. Buat Profil Diri Singkat namun Menjual
Jangan pernah anggap biodata diri atau professional summary sebagai hal yang sepele, sebab bagian ini bisa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Sobat Kerja secara singkat kepada recruiter.
Nggak perlu menulis cerita panjang tentang perjalanan hidupmu. Cukup jelaskan siapa kamu, latar belakang atau pengalaman utama, kemampuan yang relevan, dan bidang yang sedang kamu tuju.
Misalnya, kamu seorang fresh graduate yang ingin berkarir di bidang Human Resources, kamu bisa menjelaskan latar belakang pendidikan serta minat kamu dalam posisi tersebut seperti ini.
“Lulusan Psikologi dengan pengalaman recruitment organisasi dan komunikasi. Memiliki ketertarikan pada bidang Human Resources serta terbiasa bekerja dalam tim, berkomunikasi dengan berbagai pihak, dan mempelajari hal baru.”
Meski kamu memiliki banyak pengalaman kerja, magang, volunteer atau organisasi, jangan masukkan semuanya dalam CV. Pilihlah beberapa yang paling relevan dengan posisi yang kamu lamar.
Dilansir dari UCAS, pengalaman yang dicantumkan dalam CV sebaiknya membantu menunjukkan kemampuan dan pengalaman yang relevan dengan posisi yang dituju. Jadi, Sobat Kerja nggak perlu minder kalau belum punya pengalaman kerja formal yang panjang. Pengalaman organisasi atau proyek juga bisa menjadi nilai tambah kalau ditulis dengan cara yang tepat.
4. Jangan Cuma Menulis Jobdesc
Tips selanjutnya yang Sobat Kerja perlu ingat adalah jangan cuma menguraikan jobdesc tapi uraikan juga kontribusimu. Jangan cuma menulis,
“Bertanggung jawab membuat konten media sosial.”
Tapi ubahlah menjadi lebih rinci dengan memasukkan kontribusi dan pencapaianmu misalnya seperti ini,
“Membuat konten media sosial dua kali dalam seminggu dan berhasil meningkatkan engagement 38% dalam delapan bulan,”
5. Gunakan Kata Kerja yang Aktif
Pemilihan kata seperti ini membuat pengalaman kerja terasa lebih konkret. Recruiter juga bisa lebih mudah memahami kontribusi yang kamu berikan dalam pekerjaan sebelumnya. Daripada berulang kali menggunakan kata “bertanggung jawab atas”, coba gunakan kata kerja yang lebih aktif. Misalnya “mengelola”, “mengembangkan”, “menyusun”, “menganalisis”, “mengkoordinasikan”, dan lain semacamnya.
Jangan memasukkan semua skill yang pernah kamu dengar hanya karena terlihat bagus di CV. Hindari untuk menulis skill terlalu banyak seperti ini,
“Microsoft Office, Leadership, Communication, Writing, SEO, Problem Solving, Teamwork, Time Management, Critical Thinking, Social Media Management, Creativity, dan masih banyak lagi.”
Lebih baik pilih beberapa kemampuan yang memang kamu kuasai dan relevan dengan posisi yang dilamar. Untuk posisi tertentu, kamu juga bisa membedakan antara hard skill dan soft skill agar informasi lebih mudah dibaca.
7. Gunakan Format yang Rapi
CV yang bagus bukan berarti harus penuh desain atau menggunakan banyak warna. Justru, semakin sederhana dan terstruktur, semakin mudah recruiter menemukan informasi yang mereka cari. Gunakan susunan heading seperti ini,
Profil
Pengalaman Kerja
Pendidikan
Sertifikasi
Pengalaman Organisasi
Skills
8. Buat CV yang Ringkas
Cara menulis CV selanjutnya adalah dengan meringkasnya. Sobat Kerja mungkin berpikir, semakin panjang CV, semakin banyak pengalaman yang bisa aku tunjukkan. Padahal, banyak HRD yang beranggapan bahwa maksimal panjang CV hanyalah dua lembar. CV sebaiknya berisi informasi yang memang membantu recruiter menilai kecocokanmu dengan posisi tersebut.
Kalau pengalaman kerja sudah cukup banyak, kamu bisa memprioritaskan pengalaman yang paling relevan dan mengurangi informasi yang tidak berhubungan. Intinya, jangan membuat recruiter harus membaca lima paragraf hanya untuk menemukan informasi yang sebenarnya bisa disampaikan dalam dua kalimat.
Pernah dengar istilah ATS? ATS atau Applicant Tracking System merupakan sistem yang digunakan sebagian perusahaan untuk membantu menyaring lamaran berdasarkan informasi tertentu.
Karena itu, Sobat Kerja bisa memperhatikan kata-kata yang muncul dalam deskripsi pekerjaan. Misalnya, lowongan HR mencantumkan “recruitment”, “employee relations”, dan “HR administration”. Kalau memang kamu memiliki pengalaman atau kemampuan tersebut, gunakan istilah yang relevan di CV.
10. Selalu Cek CV Sebelum Dikirim
Sudah selesai membuat CV? Jangan langsung klik “Apply”. Luangkan waktu beberapa menit untuk membaca ulang dari atas sampai bawah. Cek apakah ada typo, nomor telepon yang salah, email yang tidak profesional, tanggal pengalaman yang keliru, atau informasi yang belum diperbarui.
Kalau memungkinkan, minta orang lain membaca CV kamu. Kadang kita sudah terlalu sering melihat tulisan sendiri sampai tidak sadar ada kesalahan kecil di dalamnya. Selain itu, pastikan nama file juga terlihat profesional.
CONTOH MEMBUAT CV
Kalau Sobat Kerja masih bingung mulai dari mana, kamu bisa mencontoh struktur CV sederhana seperti ini.
Nama Lengkap Nomor Telepon | Email | LinkedIn | Domisili
Profil 2–4 kalimat yang menjelaskan latar belakang, pengalaman utama, dan posisi yang dituju
Pendidikan Nama Universitas — Jurusan Tahun masuk – Tahun lulus
Pengalaman Kerja Nama Perusahaan — Posisi Bulan Tahun – Bulan Tahun Jelaskan tanggung jawab utama. Tunjukkan kontribusi yang kamu berikan. Tambahkan angka atau pencapaian jika tersedia.
Pengalaman Organisasi atau Volunteer Nama Organisasi — Posisi Bulan Tahun – Bulan Tahun Jelaskan tanggung jawab utama. Tunjukkan kontribusi yang kamu berikan. Tambahkan angka atau pencapaian jika tersedia.
Sertifikasi atau Pelatihan Masukkan kursus atau sertifikasi yang memang mendukung posisi yang kamu lamar.
Skills Cantumkan kemampuan yang relevan dengan posisi yang dituju.
Pada akhirnya, CV yang menarik bukan selalu CV dengan desain paling keren. Yang lebih penting adalah apakah recruiter bisa dengan cepat memahami siapa kamu, apa yang kamu bisa, pengalaman apa yang kamu punya, dan apa hubungannya dengan posisi yang sedang dibutuhkan.
Jadi, Sobat Kerja nggak perlu sibuk mencari cara menulis CV terlihat sempurna sampai lupa memperhatikan isinya. Fokuslah pada informasi yang relevan, gunakan bahasa yang jelas, tampilkan pencapaian kalau ada, dan sesuaikan CV dengan posisi yang kamu incar.
Tahukah kamu, faktanya banyak para pencari kerja yang tidak paham bagaiamana cara menulis CV yang menarik bagi recruiter. Padahal, CV bisa menjadi gerbang utama untuk recruiter bisa melihat potensimu. Karena itu, Sobat…
Sobat Kerja pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan yang namanya BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan, bukan? Tapi tahukah kamu, ternyata program BPJS Ketenagakerjaan yang wajib diikuti pekerja…
Sobat Kerja, tau gak sih kalo saat ini Daftar BPJS Ketenagakerjaan sekarang nggak harus selalu dilakukan lewat perusahaan? Buat Sobat Kerja yang bekerja secara mandiri, seperti freelancer, pedagang, pekerja lepas, atau…
Halo Sobat Kerja! Sebagai jobseeker, kalian pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan BPJS Kesehatan? Yup, ini adalah program dari pemerintah yang dibuat untuk memberi jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia…
Bingung saat ditanya ekspektasi gaji oleh HR? pahami Cara Menjawab Gaji yang Diharapkan Saat Interview Kerja. Pelajari strategi riset pasar, teknik rentang angka, serta landasan hukum pengupahan agar kamu bisa…